Hadiri Gala Premier Film ‘Jurnal Risa’, Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Peningkatan Industri Film Indonesia

BAROMETER99, JAKARTA – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengapresiasi dirilisnya film bergenre horor ‘Jurnal Risa’. Film ‘Jurnal Risa’ diangkat dari salah satu akun YouTube Jurnal Risa yang digarap oleh konten kreator Risa Saraswati. Risa dikenal sebagai youtuber yang gemar mengeksploitasi hal-hal berbau mistis atau horor.

“Kisah yang diangkat dalam film ‘Jurnal Risa’ merupakan salah satu kejadian mistis yang pernah dialami oleh tim Jurnal Risa. Bercerita tentang fenomena dan pencarian dokumentasi horor oleh tim Jurnal Risa yang dikenal dengan kemampuannya berinteraksi dengan dunia supranatural,” ujar Bamsoet usai menghadiri gala premier film ‘Jurnal Risa’ di Jakarta, Kamis malam (4/7/24).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 bidang Hukum & Keamanan ini menjelaskan, film horor merupakan salah satu genre film yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Film horor di Indonesia mampu mengalahkan film-film genre lainnya. Tingginya minat menonton film horor karena kisah yang diangkat identik dengan tema-tema cerita dan keyakinan lokal yang tumbuh di masyarakat Indonesia.

“Salah satu faktor film horor banyak diminati penonton Indonesia karena Indonesia kaya dengan mitos, legenda, dan cerita seram yang menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat. Film horor yang memadukan elemen-elemen tersebut seringkali berhasil menarik perhatian penonton karena mampu menciptakan kengerian yang bersumber dari budaya sendiri,” kata Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI (Ormas Pendiri Partai Golkar) dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini memaparkan, industri film Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Data Badan Perfilman Indonesia (BPI) mencatat di tahun 2019 industri film Indonesia mampu menyedot 51,2 juta penonton bioskop. Namun, angka tersebut merosot tajam akibat pandemi Covid-19.

“Di tahun 2021 jumlah penonton film merosot hingga berkisar 4,5 juta penonton saat pandemi COVID-19. Usai pandemi, jumlah penonton kembali beranjak meningkat dengan 24 juta penonton pada tahun 2022. Kemudian kembali naik di tahun 2023 hingga mencapai 55 juta penonton bioskop,” papar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, banyak faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan industri film tanah air. Diantaranya, peningkatan kualitas produksi, semakin banyaknya bakat lokal yang berkembang, dan juga dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait.

“Selain itu, perkembangan teknologi turut memainkan peran penting dalam industri film Indonesia. Semakin berkembangnya teknologi produksi film, termasuk efek khusus dan CGI, membuka peluang bagi sineas Indonesia untuk menghasilkan karya-karya yang lebih berkualitas secara visual,” pungkas Bamsoet. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *