Mengenal Sosok Dadang Pengrajin Lokal Desa Ulak Bandung, Berharap Bantuan Pemerintah Guna Kembangkan Usaha

MUARA ENIM, Barometer99 — Dadang Rusmanadi Putra (40) warga dusun VI desa Ulak Bandung kecamatan Ujanmas kabupaten Muara Enim seorang pengrajin Sangkar Burung dan Lampion Bermotif Durian, berharap dapat mengembangkan usahanya guna meningkatkan perekonomiannya dan masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah kita sudah cukup lama memproduksi sangkar burung ini sejak masih kecik. Saat itu masih kelas VI SD dengan belajar secara autodidak. Dimana asalnya sekedar hobby. Namun, saat itu hanya dibuat untuk pribadi dan warga sekitar sini,” ungkap Dadang, Jum’at (07/01/2022) di kediamannya saat disambangi media ini.

Masih kata Dadang, usaha yang ia geluti kembali beberapa tahun terakhir ini sehari bisa memproduksi 3-5 buah sangkar burung dan lampion.

“Sehari kalau sangkar burung standar bisa tiga buah, lampion lima buah. Kalau yang grade 1 bermotif durian dan motif lainnya menghabiskan waktu 4-5 hari,”terangnya.

Ketika ditanya terkait harganya, Dadang mengatakan bervariasi dari harga puluhan ribu hingga jutaan.

“Kalau yg standar biasa atau paling kecil mulai harga Rp 50 ribuan kalau yang grade 1 pakai ukiran mencapai Rp 2,5 juta perbuah,”jelasnya sambil menganyam lampion yang terbuat dari Bambu dan Rotan.

Ditambahkan, Dadang kalau yang grade 1 sangkar burungnnya terbuat dari kombinasi Bambu, kayu, dan rotan.

“Kalau yanh pakai ukiran dengan besar berdiameter 60 cm harga paling murah Rp. 1 jutaan itu yang belum pakai ukiran kalau yang pakai ukiran motif durian dan lain-lain bisa mencapai Rp 2,5 jutaan, karena bahannya kolaborasi kayu dan bambu. Apalagi kayunya kayu Jati atau kayu Kemiri dan Rotan,” tambahnya.

Kemudian, dikatakan Dadang saat ini hasilnya masih ratusan ribu karena ia masih bekerja sendirian.

“Pemasaran di toko-toko, online, dan juga terkadang ada pesanan dari 3-5 buah perhari itu paling dapat kisaran Rp 200-300 ribu perhari untuk sangkar burung dan lampion yang standar, kalau yang besar paling 1-3 dalam sebulan ada yang pesan,” kata Dadang pengrajin.

Terakhir, Dadang menyampaikan harapannya untuk diberi pelatihan dan bantuan agar ia dapat mengembangkan usaha ini.

“Alhamdulillah kemarin hasil kita ini telah dipajang di Stan Kecamatan Ujanmas diacara Dekranasda Kabupaten Muara Enim dan Provinsi beberapa bulan lalu. Maka itu, kita berharap kepada pemerintah untuk dapat memberikan Pelatihan dan bantuan serta dukungan guna mengembangkan usahanya ini,”harapnya.

Sementara, Kepala Desa Ulak Bandung Nopiansyah mengatakan bahwa pihaknya terus mendukung dan mensupport para pengrajin di desanya guna meningkatkan produksi. Namun, kendala saat ini adalah biaya operasional dan pemasaran yang masih dihadapi para pengrajin.

“Alhamdulillah kemarin kami sudah coba tampilkan hasil dari kerajinan masyarakat desa Ulak Bandung ini berupa Ambung, sangkar burung, dan lampion pada acara Dekranasda. Dimana saat itu Pj. Bupati menyampaikan suportnya atas kerajinan ini. Maka itu, kita berharap kepada Pemkab maupun CSR perusahaan untuk dapat memberikan bantuan baik dari segi dana hingga pemasaran,” pungkasnya.

Penulis: PalendraEditor: Palendra

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.