Gugatan Julianto terhadap Developer Al-Farizi 3 Memasuki Tahap Cek Pisik

  • Bagikan

Barometer99- PALEMBANG,- Gugatan Julianto terhadap Pimpinan PT. Bintang Jaya Terang (Developer perumahan Al-Farizi 3 Residen) memasuki tahap pengecekan Pisik.

“Agenda kita persidangan hari ini yaitu pemeriksaan setempat, beberapa bulan lalu kita melakukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap salah satu perumahan yang ada dikota Palembang terkait penguasaan tanah yang dimiliki oleh klien kami Seluas 80×50 = 4000 M Persegi,”kata Tim Kuasa Hukumnya Rilo Budiman SH saat diwawancarai usai pelaksanaan Sidang tempat, Jum’at (24/12/2021).

Rilo menuturkan bahwa agenda dari pengadilan yakni cek lokasi terhadap perkara ini ada atau tidaknya objek sengketa tersebut dan Majelis hakim turun langsung kelapangan dan disaksikan oleh penggugat dan tergugat serta pemerintah setempat.

“Alhamdulillah tadi Majelis hakim sudah datang diketahui Ibu Hakimnya dua anggota majelis hakim, kami dan ketua Ferarri Sumsel sekaligus ketua YLBH Garuda Kencana Indonesia Alhamdulillah berjalan kondusif baik dari penggugat dan tergugat hadir serta pemerintah setempat seperti RT dan RW,”jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun melalui kuasa hukumnya Julianto bahwa pada tahun 2019 orang kepercayaan dari perumahan menjanjikan untuk bekerjasama, akan tetapi kerjasama tersebut disampaikan secara lisan tidak ada secara tertulis akan tetapi sampai tiba saatnya kliennya di bohongi.

“Pada tahun 2019 ada dari pihak PT Perumahan mendatangi klien kita, untuk mengajak kerjasama seperti bagi bangun. Namun pada tahap berikutnya salah satu dari perumahan tersebut tidak pernah datang Ahir nya kita melakukan tindakan tapi tanpa ada perjanjian tertulis namun klien menggunakan kita pada tahun 2021 ini,”ulasnya.

Untuk itu, kliennya melayangkan gugatan adanya dugaan perbuatan melawan hukum, atas kejadian tersebut kliennya mengalami kerugian Materil dan Inmateril.

“Klien kita melayangkan gugatan adanya perbuatan melawan hukum, sehingga Nilai kerugian yang dialami klien kita materil senilai 3Miliyar rupiah Inmateril sekitar 1 miliyar,”bebernya.

Ketua Tim Pengecara Julianto, Suwito Winoto SH menambahkan bahwa yang diharapkannya tidaklah banyak akan tetapi setelah majelis hakim membuktikan bahwa objek atau tempat yang sengketa memang benar adanya sehingga nantinya hakim memberikan keputusan yang seadil-adilnya bagi Julianto.

“Intinya pada hari ini memastikan bahwa hakim datang ke lokasi untuk mengetahui objek yang kami sengketa kan, bahwa objek yang kami sengketa kan jelas ada. Kami harap hakim memutuskan seadil-adilnya sesuai fakta persidangan insyaallah ada ke kita, dan Kita optimis dengan apa yang kami ajukan sampai dengan kesaksian dan pembuktian yang sudah ada dan itu sudah filed,”harapnya.

Sementara ditempat terpisah Albert Kuasa Hukum dari tergugat mengaku bahwa pihaknya menghargai proses persidangan.

“Intinya kita menghargai proses persidangan terhadap objek sengketa yang bukan benda bergerak atau tanah dilakukan pemeriksaan setempat. Kita ikuti jalannya persidangan karena mereka ini menggugat PT Bintang terang faktanya tidak pernah ada PT itu, karena sebenarnya klien kami hanya memiliki toko bangunan,”kata Albert.

Menurut Albert jika sipenggugat mempermasalahkan lahan miliknya seharusnya menggugat penguasa tanah bukan kliennya.

“Seharusnya mereka ini yang dipermasalahkan tanahnya, makanya seharusnya menggugat tanahnya terlebih dahulu yang punya tanah bukan klien kita sebab klien kita ini pemilik objek. Klien kami hanya penyuplai barang jadi sebenarnya mereka ini salah orang,”ucap Albert.

Sementara pihak majelis hakim belum bisa memberikan keterangan secara detail.

Penulis: Yon
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.